Pages

Jumat, 03 Desember 2010

wayang orang go international ?

JAYA SUPRANA
Boyong Wayang Orang ke Sydney Opera
Jumat, 19 November 2010 | 06:59 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO
Wayang Orang Bharata

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komposer, pianis dan pengusaha jamu Jaya Suprana punya gawean besar. Dalam waktu dekat ini, ia akan memboyong kelompok Wayang Orang Bharata untuk tampil di Australia. Tempat yang dipilih bukan main prestise-nya, yakni Sydney Opera House.

"Ini yang pertama wayang orang bisa main di Sydney Opera House. Kalau orchestra atau pertunjukan lainnya mungkin sudah biasa, tapi ini wayang orang lho," ujar Jaya bangga, saat ditemui di sela peluncuran album resital piano anak didiknya, Lita Liviani Tandiono, di Jakarta, belum lama ini.

Bukan perkara mudah tentunya bisa menghadirkan wayang orang di tempat bergengsi seperti itu. Selain butuh ongkos besar, penyajian cerita yang menarik agar tak membosankan menjadi hal yang jadi perhatian. "Biaya untuk menyewa sehari saja Rp 600 juta, belum biaya lainnya," katanya.
Tapi itu bukan soal. Menghadirkan pementasan Wayang Orang, kata dia, menjadi salah satu obsesi besarnya. Ada sejumlah alasan kenapa ia ngotot memboyong pementasan itu di Sydney Opera House. Kata Jaya Suprana, salah satunya lantaran ia ingin mengangkat wayang orang agar sederajat dengan seni petunjukan lainnya semacam musik klasik. Memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya dengan seni budaya, tak sekedar musik dan tari.

Sebanyak 70 seniman dari kelompok Wayang Orang Bharta akan diboyong ke Negeri Kangguru itu untuk pementasan pada 26 Desember nanti. Di sana, mereka tak cuma sekedar mempertontonkan kebolehannya, tapi juga mengajak penonton untuk ikut menyisihkan sebagian uangnya untuk korban bencana di Tanah Air.

"Biar tak terlalu panjang durasi pertunjukannya akan lebih pendek. Pementasan ini juga bagian dari usaha penggalangan dana buat korban bencana alam," kata pria berdarah Tionghoa kelahiran Denpasar, Bali, 27 Januari 1949 ini.
Sebelum tampil di sana, pertunjukan Wayang Orang dengan lakon Banjaran Gatotkaca, tersebut akan ditampilkan di hadapan publik sendiri di Balai Sarbini, Jakarta pada 22 November nanti. "Ya hitung-hitung pemanasan," ujarnya.