Cara membuat blog tutorial blogger tips ngeblog di wordpress blogger.com / blogspot dan tips menulis blog bagi blogger pemula dan lanjut.
Perhatian: Pengutipan sebagian atau keseluruhan suatu artikel diperbolehkan dan tidak diperlukan ijin terlebih dulu asal menyebut www.fatihsyuhud.com sebagai sumber pengambilan. Terima kasih.
Tip membuat blog bagi pemula. Tips ini pernah dimuat di kolom-mario blogspot.com yang saat ini sudah dihapus dan tidak lagi berada di bawah maintenance www.fatihsyuhud.com Bagi yang ngelink ke kolom-mario.blogspot.com, harap dihapus dan diganti ke blog www.fatihsyuhud.com.
Tutorial blog ini dibagi menjadi tiga (1) tutorial wordpress bagi pemula, baik wordpress.com, blogsome.com, blogs.ie atau self-hosted wordpress; (2) tutorial blogger.com / blogspot dan (3) tutorial ngeblog secara umum termasuk sejumlah tips promosi blog, cara menulis di blog, dan tip sukses menulis dan menjadi blogger.
WordPress.com tidak dapat menerima kode javascript. Aksesoris blog yang memakai javascript seperti shoutbox, oggyx, bukutamu, marquee (teks bergerak), iklan adsense, dan lain-lain tidak bisa dimasukkan ke wordpress.com. Sedang blogger.com, blogsome.com dan blogs.ie dapat menerima javascript.
Tutorial Blog WordPress.com
* Panduan Membuat Blog di WordPress Com
* Tutorial Blog WordPress Lengkap
* Cara Buat Pages/Menu atau Halaman Statis WordPress
* Mengaktifkan Widget di Sidebar
* Cara Mengaktifkan Widget Flickr dan Delicous
* Cara Buat Read More di WordPress
* Cara Upload dan Link Download
* Cara Pasang Foto di Posting WordPress
* Cara Pasang Foto di Komentar
* Membuat Link dalam Satu Halaman
* Cara Membuat Profile WordPress di Sidebar
* Tips Buat Bukutamu (Guestbook) di WordPress
* Cara Menulis Kode HTML Java Script di Posting
* Cara Menulis Kode HTML Java Script di Posting (2)
* Mengedit Profil di WordPress Com
* Cara Buat Komentar Pakai HTML
* Cara Impor Blogger Blogspot ke WordPress
* Posting Blog yang Ramah Komentar
* Cara Buat Logo dan Banner
* Membuat Link di Posting & Window Baru
* Siapa Ngelink Blog Anda?
* Manfaat dan Tujuan Saling Ngelink
* Cara Buat Text Area
* Tips Cara Edit Foto
* Trackback Komentar Jarah Jauh
* Cara Bikin Trackback Otomatis
* Fungsi Kategori dan Tag
* Daftar Blog Indonesia Bahasa Inggris
* Daftar Blog ke 40 Mesin Cari (Search Engine)
* Cara Disable Snapshot
* Blog WordPress Gratis dengan AdSense
* WordPress Smiley Emoticon
* Blogs yang Saya Kunjungi
* Membackup Blog WordPress
* Top Domain dengan Hosting WordPress.com
* Drop-down Blogroll
* Tip Memilih Hosting dan Domain Sendiri
* Plugins Top Commentators di fatihsyuhud.com
* Blog Friendster sekarang Pakai WordPress
Tutorial Blogger.com / Blogspot
*
Daftar URL Desain Template Blogger / Blogspot Gratis
* Fasilitas Ekspor Impor Blogspot
* Judul Posting SEO ala WordPress.com
* Cara Buat Read More di Blogger Baru
* Cara Buat ‘Read More’ di Blogger Lama (Template Classic)
* Blogger Baru dg Template Lama
* Blogger Versi Baru
* Cara Daftar Buat Blog di Blogger Baru
* Cara Membuat Arsip Pull - Down
* Cara Membuat Teks Bergerak (Marquee)
* Pasang Recent Comment di Sidebar Blogger
* Memaksimalkan Kerja Blogger
* Membuat Link di Sidebar
* Drop-down Blogroll
* Membuat Menu Pull-Down di Sidebar
* Pasang Foto di Profile Blogspot
* Problema Read More di Blogspot
* Feedburner dan Feed Blogger
* Menghilangkan Underline Link
* Blogger Versi Baru (BETA)
* Technorati: Direktori Blog, Tags & Bookmarks
* Technorati Widgets dan Chicklets
* Feedburner dan Feed Blogger
* Siapa Ngelink Blog Anda?
* Menghilangkan Underline Link
* Setujukah Blog Anda di Copy Paste?
* Tips Memilih Template
* Mendapat Love Link dari Blog PR 7
* Cara Menghilangkan Navbar Blogger Blogspot
* Cara Buat Text Area
* Tips Cara Edit Foto
* Blog Meta Tag Blogger
* Siapa Pakai Rankwidget.com?
* Top Domain dengan Hosting Blogger / Blogspot
* Domain co.cc dengan Hosting Blogger.com Blogspot
Tutorial Umum Blogging (Untuk Wordress dan Blogger.com/Blogspot): Promosi dan Manfaat Membuat dan Menulis Blog
* Petunjuk praktis membuat Blog
* Cara Praktis Promosi Blog 1
* Cara Praktis Promosi Blog 2
* Cara Promosi Blog 3
* Judul Blog dan Judul Artikel
* Aggregator Blog Indonesia
* Aksesoris Blog
* Arisan Blog di Mybloglog.com Yuk!
* Setor Muka via Mybloglog
* Mengapa fatihsyuhud.com sudah PR 5
* Membuat Link dalam Satu Halaman
* Kamus Online
* Cara Buat Logo dan Banner
* Daftar Blog di Kompas Online
* Membuat Link di Posting & Window Baru
* Drop-down Blogroll
* Mengapa Blog Melorot
* Siapa Ngelink Blog Anda?
* Komentar di Blog Penting ‘ngGak Sih?
* Mengapa Juwono Sudarsono nge-Blog
* Google Sitemap
* Yahoo Sitemaps
* Daftar Blog ke 40 Mesin Cari (Search Engine)
* Daftar Blog di Kompas Online
* Promosi Blog di Fatihsyuhud.com
* Blogs yang Saya Kunjungi
* Love Me, I Love You Back
* Cara Claim Blog di Technorati
Tips Menulis di Blog
* Bahan Menulis Blog
* Panjang Tulisan di Blog
* Bagaimana Supaya Produktif Menulis
* Tips Sukses Menulis di Blog
* Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar
* Nulis Blog Modal Copy Paste Tulisan Blogger Lain
Pasang Iklan, Dapatkan Penghasilan Online
* Google Adsense: Cara Mendaftar
* Google Adsense Referral
* Jangan Klik Sendiri Adsense Anda
* Cara Daftar Iklan Adbrite
* Iklan Etology
Domain Gratis CO.CC
* Buat Domain Gratis di CO.CC
* Domain CO.CC dg hosting blogger blogspot
* Domain CO.CC dg hosting blogger blogspot
Minggu, 03 Oktober 2010
tips ngeblog di wordpress blogger.com
SEMINAR DAN LOMBA
Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera juga untuk kalian semua…
Oalah cing ,,ane pengen kasih informasi tentang seminar dan lomba nihh,wew…
Simak yahh kawan –supaya kita nggak ketinggalan seminar,,nihh seminar dan lombanya:
Seminar Seni & Budaya
Tema : “HYPNOSIS AS AN ART OF EDUCATION OR A CRIMINAL”
Tanggal : 13 OKTOBER 2010
Pukul : 09.00 WIB s/d 12.00 WIB
Tempat : AULA KAMPUS D340 UNIVERSITAS GUNADARMA
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya”
Seminar Spirit and Motivation
Tema : “LET’S YOUR DREAM COME TRUE !!”
Tanggal : 20 November 2010
Pukul : 07.00 WIB s/d 15.00 WIB
Tempat : AULA KAMPUS D 340 UNIVERSITAS GUNADARMA
(HANYA UNTUK 300 PESERTA )
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya”
Seminar Musik “INDIE LABEL & MAJOR LABEL”
Tema : “WHAT YOU CHOOSE AND WHY YOU CHOOSE ?”
Waktu : ** November 2010
Pukul : **.** WIB s/d **.** WIB
Tempat : AULA KAMPUS D 340 UNIVERSITAS GUNADARMA
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya tanggal dan waktu seminarnya ,di karenakan seminar ini masih dalam pemprosesan penetapan tanggal”.
Seminar Buku Nonfiksi(b.kemahasiswaan)
Tema : “BUKU JENDELA DUNIA”
Waktu : ** ****mber 2010
Pukul : **.** WIB s/d **.** WIB
Tempat : ************************
Kegiatan :
Hari ke-1 : BAzar buku dan Penyeleksian kompetisi
Hari ke-2 : Bazar dan semir buku
Hari ke-3 : Bazzar buku dan pengumuman hasil cerpen
(kita nanti lomba membuat cerpen ,haiioo siapa yang jago tuhh ??)hehe
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya tanggal dan waktu seminarnya ,di karenakan seminar ini masih dalam pemprosesan penetapan tanggal”.
UG ECONOMICS COMPETITION 2010
Tema : “Shine on Ad Be The Best Way Of Economics”
Tanggal : 18 November – 20 Desember 2010
Kegiatan : **season 1**
Kompetisi secara online (denger” kira suru bikin website)hayo yang jago kmpter ni tugas kamu ..
Wekekek…
**season 2**
Cerdas Cermat (1 kelas boleh ikut semua,bebas….1 group= 3 0rang)
**season 3**
Final beauty contest (mmmm….gak ngerti ah )ckckc
Materi lomba :
* Level 1* : Tingkat 1 & 2 manajemen/Akuntansi
Materi : Dasar pemasaran,Manajemen keuangan dan pengantar akuntansi…
Makasihhh yah buat ncang ncing nyak babehhh yang udahh liat blog ane…
Follow dan komentarlah dikit ,,
Hehehe
Wassalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera juga untuk kalian semua…
Oalah cing ,,ane pengen kasih informasi tentang seminar dan lomba nihh,wew…
Simak yahh kawan –supaya kita nggak ketinggalan seminar,,nihh seminar dan lombanya:
Seminar Seni & Budaya
Tema : “HYPNOSIS AS AN ART OF EDUCATION OR A CRIMINAL”
Tanggal : 13 OKTOBER 2010
Pukul : 09.00 WIB s/d 12.00 WIB
Tempat : AULA KAMPUS D340 UNIVERSITAS GUNADARMA
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya”
Seminar Spirit and Motivation
Tema : “LET’S YOUR DREAM COME TRUE !!”
Tanggal : 20 November 2010
Pukul : 07.00 WIB s/d 15.00 WIB
Tempat : AULA KAMPUS D 340 UNIVERSITAS GUNADARMA
(HANYA UNTUK 300 PESERTA )
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya”
Seminar Musik “INDIE LABEL & MAJOR LABEL”
Tema : “WHAT YOU CHOOSE AND WHY YOU CHOOSE ?”
Waktu : ** November 2010
Pukul : **.** WIB s/d **.** WIB
Tempat : AULA KAMPUS D 340 UNIVERSITAS GUNADARMA
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya tanggal dan waktu seminarnya ,di karenakan seminar ini masih dalam pemprosesan penetapan tanggal”.
Seminar Buku Nonfiksi(b.kemahasiswaan)
Tema : “BUKU JENDELA DUNIA”
Waktu : ** ****mber 2010
Pukul : **.** WIB s/d **.** WIB
Tempat : ************************
Kegiatan :
Hari ke-1 : BAzar buku dan Penyeleksian kompetisi
Hari ke-2 : Bazar dan semir buku
Hari ke-3 : Bazzar buku dan pengumuman hasil cerpen
(kita nanti lomba membuat cerpen ,haiioo siapa yang jago tuhh ??)hehe
“Untuk seksi seminar di monon untuk mencari informasi untuk cara pendaftarannya tanggal dan waktu seminarnya ,di karenakan seminar ini masih dalam pemprosesan penetapan tanggal”.
UG ECONOMICS COMPETITION 2010
Tema : “Shine on Ad Be The Best Way Of Economics”
Tanggal : 18 November – 20 Desember 2010
Kegiatan : **season 1**
Kompetisi secara online (denger” kira suru bikin website)hayo yang jago kmpter ni tugas kamu ..
Wekekek…
**season 2**
Cerdas Cermat (1 kelas boleh ikut semua,bebas….1 group= 3 0rang)
**season 3**
Final beauty contest (mmmm….gak ngerti ah )ckckc
Materi lomba :
* Level 1* : Tingkat 1 & 2 manajemen/Akuntansi
Materi : Dasar pemasaran,Manajemen keuangan dan pengantar akuntansi…
Makasihhh yah buat ncang ncing nyak babehhh yang udahh liat blog ane…
Follow dan komentarlah dikit ,,
Hehehe
Wassalamualaikum wr.wb
Sabtu, 02 Oktober 2010
PUISI Santoso permadi_1EB13_
Perlawanan rasa sesal
By : Santoso Permadi
Pertarunagn abadi merah dan putih..
Ketika ke dalam kegundahan akan fatamorgana hidup …
Seraya sang merah menyatakan : ya”
Dan Seraya sang putih berkata: jangan “
Terlintas mesin masa depan dalam bisikan angin ..
Terproyeksi haluan arah berbeda yang harus di terkam..
haluan gelap dan terang yang tertekam tajamnya mata ..
Aku harus segera memilih….
Sang merah dan sang putih berkoalisi padaku …
Gelap menguras cahaya terangku..
Dan,Sang merahpun menguasai sukma ….
Namun sebelah mataku menyadari
Bahwa gelap adalah teman setia
Dari waktu-waktu yang hilang ….
Aku tak mau hilang dalam gelap !…
Namun kegelapan slalu saja melekat pada retina mataku..
Mulai Kupijakan kaki dengan kegelapan itu ..
Langkah demi langkah tegerak dari kakiku ini…
Dan Keringat nestapa bercucuran tak ada henti-hentinya ..
Mengisi tabung berlabelkan penyesalan secara perlahan…
Benar saja,kegagalan dan penyesalan yang akhirnya ku tuai…
Tak ada sdikitpun keberhasilan yang ku torehkan ….
Namun yang tersisa hanya setitik cahaya kecil yang berlabel….
“kamu dapat memperbaiki dirimu dari sekarang !”….
Bergegasku lenyapkan kegelapan itu …..
Ku sepak kata penyesalan dan ku ambil kata perbaikan ….
“penyesalan adalah kesalahan,Kesalahan adalah awal kebenaran,
Dan kebenaran itu sebuah keberhasilan”
Dari sekarang tak ada lagi penyesalan yang ku sesali ..
Tak ada lagi penyesalan yang sia-sia ,
Tak ada lagi penyesalan yang kekal,
Yang ada hanyalah penyesalan yang ku pelajari,ku perbaiki
Dan ku akhiri dengan kata berhasil…
Citayam,29 September 2010
By : Santoso Permadi
Pertarunagn abadi merah dan putih..
Ketika ke dalam kegundahan akan fatamorgana hidup …
Seraya sang merah menyatakan : ya”
Dan Seraya sang putih berkata: jangan “
Terlintas mesin masa depan dalam bisikan angin ..
Terproyeksi haluan arah berbeda yang harus di terkam..
haluan gelap dan terang yang tertekam tajamnya mata ..
Aku harus segera memilih….
Sang merah dan sang putih berkoalisi padaku …
Gelap menguras cahaya terangku..
Dan,Sang merahpun menguasai sukma ….
Namun sebelah mataku menyadari
Bahwa gelap adalah teman setia
Dari waktu-waktu yang hilang ….
Aku tak mau hilang dalam gelap !…
Namun kegelapan slalu saja melekat pada retina mataku..
Mulai Kupijakan kaki dengan kegelapan itu ..
Langkah demi langkah tegerak dari kakiku ini…
Dan Keringat nestapa bercucuran tak ada henti-hentinya ..
Mengisi tabung berlabelkan penyesalan secara perlahan…
Benar saja,kegagalan dan penyesalan yang akhirnya ku tuai…
Tak ada sdikitpun keberhasilan yang ku torehkan ….
Namun yang tersisa hanya setitik cahaya kecil yang berlabel….
“kamu dapat memperbaiki dirimu dari sekarang !”….
Bergegasku lenyapkan kegelapan itu …..
Ku sepak kata penyesalan dan ku ambil kata perbaikan ….
“penyesalan adalah kesalahan,Kesalahan adalah awal kebenaran,
Dan kebenaran itu sebuah keberhasilan”
Dari sekarang tak ada lagi penyesalan yang ku sesali ..
Tak ada lagi penyesalan yang sia-sia ,
Tak ada lagi penyesalan yang kekal,
Yang ada hanyalah penyesalan yang ku pelajari,ku perbaiki
Dan ku akhiri dengan kata berhasil…
Citayam,29 September 2010
Selasa, 28 September 2010
Nasehat Nan Penuh Kenangan dari Rasulullah S.A.W
penulis Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsary
Syariah Hadits 05 - Juli - 2003 07:46:12
Al Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat yg mulia Al ‘Irbadh bin Sariyah radliallahu anhu bahwa ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menasihatkan kepada kami dgn satu nasihat yg menggetarkan hati-hati kami dan air mata pun berlinang karenanya. mk ketika itu kami mengatakan: “Duhai Rasulullah nasihat ini seperti nasihat orang yg mau mengucapkan selamat tinggal krn itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun bersabda:
u wasiatkan kepada kalian bertakwa kepada Allah utk mendengar dan taat walaupun yg memerintah kalian itu seorang budak. Dan barangsiapa di antara kalian yg masih hidup sepeninggalku niscaya dia akan melihat perselisihan yg banyak. Karena itu wajib atas kalian utk berpegang dgn sunnahku dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yg mendapatkan petunjuk. Pegang erat-erat sunnah itu dgn gigi geraham kalian. Dan hati-hati kalian dari perkara-perkara baru krn tiap perkara baru itu sesat.”
Penjelasan Hadits
Al Hafidz Abu Nu‘aim berkata: “Hadits ini jayyid termasuk hadits yg shahih dari periwayatan orang2 Syam.” Beliau juga mengatakan: “Al Bukhari dan Muslim meninggalkan hadits ini bukan krn mengingkarinya.”
Al Hakim menyatakan Al Bukhari dan Muslim meninggalkan penyebutan hadits ini disebabkan anggapan yg keliru dari kedua bahwa tdk ada seorang rawi pun yg meriwayatkan dari Khalid bin Ma‘dan kecuali Ats Tsaur bin Yazid padahal sebenar ada perawi lain yg meriwayatkan dari Khalid seperti Buhair bin Sa‘ad Muhammad bin Ibrahim At Taimi dan selain keduanya.
Namun pernyataan Al Hakim ini dijawab oleh Al Hafidz Ibnu Rajab: “Sebenar hal ini tidaklah seperti persangkaan Al Hakim. Adapun Al Bukhari dan Muslim tdk mengambil hadits ini krn hadits ini tdk memenuhi syarat mereka berdua di dlm kitab shahih di mana Al Bukhari dan Muslim sama sekali tdk mengeluarkan dlm shahih riwayat dari Abdurrrahman bin Amr As Sulami dan dari Hujr Al Kala`i. Dan juga dua orang rawi yg disebut ini tidaklah terkenal dlm keilmuan dan periwayatan hadits.”
Adapun Abdurrahman As Sulami salah seorang perawi dlm hadits ini mk ia masturul hal walaupun telah meriwayatkan dari jama‘ah namun tdk ada seorang alim yg mu‘tabar yg men-tsiqah-kan . Ibnul Qaththan Al Fasi mendha’ifkan hadits ini krn hal tersebut.
Demikian pula dgn Hujr bin Hujr Al Kala‘i tdk ada yg meriwayatkan dari kecuali Khalid bin Ma‘dan dan tdk ada seorang alim yg mu‘tabar yg men-tsiqah- kan sehingga ia dinyatakan majhulul ‘ain . Berkata Ibnul Qaththan: “Orang ini tdk dikenal.” Namun sebagaimana kata Al Imam Al Hakim di atas hadits ini diriwayatkan juga dari selain mereka berdua dan disebutkan jalan-jalan yg saling menguatkan satu dgn lain oleh Al-Hafidz Ibnu Rajab dlm kitab Jami’ul ‘Ulum mk hadits ini hasan. Penghasanan hadits ini dinyatakan oleh Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al Wadi‘i rahimahullah walaupun ada sebagian ulama yg menshahihkan sehingga mereka bersepakat bahwa hadits ini bisa dijadikan sebagai hujjah kecuali Ibnul Qaththan Al Fasi yg mendha’ifkan hadits ini.
.
Kandungan Hadits
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya :
“Berilah nasihat kepada mereka dan katakanlah kepada mereka ucapan yg bisa dipahami mengena dan menancap di jiwa-jiwa mereka.”
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memiliki sifat selalu memberikan bimbingan kepada jalan yg lurus terhadap siapa saja dari kalangan umat sehingga ketika para sahabat meminta agar beliau memberikan nasihat mk beliau pun memenuhi diiringi dgn hikmah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan nasihat senantiasa memilih kata-kata yg tepat lafadz yg indah mengena di hati dan menancap dgn dalam. Beliau tdk menyampaikan nasihat dgn kalimat yg panjang lagi bertele-tele namun cukup dgn kalimat yg ringkas namun mencakup dan dimengerti. Karena itulah beliau dikenal oleh para sahabat sebagai orang yg memiliki jawami`ul kalim . Sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Aku diutus dgn jawami‘ul kalim.”
‘Ammar bin Yasir radliallahu anhu pernah menyampaikan khutbah dgn ringkas dan dipenuhi dgn kata-kata yg tepat ibarat yg indah dan menancap di hati. Seusai khutbah ada seseorang yg menegurnya. mk ‘Ammar pun menanggapi dgn jawaban yg tepat: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguh panjang shalat seseorang dan ringkas khutbah merupakan tanda kefaqihannya. Karena itu panjangkanlah shalat dan ringkaskanlah khutbah. Sesungguh di antara penyampaian dan ucapan ada yg membuat orang tersihir.”
Nasihat yg disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika itu sangatlah menancap di hati para sahabat hingga hati mereka bergetar dan air mata mereka pun berlinang karenanya. Inilah sifat kaum mukminin tatkala mendengar nasihat dari Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman-Nya:
“Hanyalah yg dikatakan orang2 beriman itu adl mereka yg ketika disebut nama Allah bergetar hati-hati mereka.”
“Dan apabila mereka mendengar apa yg diturunkan kepada Rasul engkau akan melihat mereka berlinangan air mata krn apa yg mereka ketahui dari kebenaran.”
Demikianlah nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yg seolah-olah beliau akan pergi meninggalkan mereka dgn memberikan nasihat perpisahan. Sebagaimana yg telah diketahui orang yg akan pergi jauh tdk akan meninggalkan sesuatu yg penting kecuali disampaikan dan dipesankannya.
Setelah mendengar nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam para sahabat pun khawatir mereka tdk akan bertemu lagi dgn Rasulullah setelah sehingga utk menyempurnakan nasihat yg ada mereka meminta wasiat beliau seraya berkata: “Wahai Rasulullah seakan-akan ini nasihat orang yg akan berpisah krn itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun memberikan wasiat di antaranya:
Wasiat utk Takwa kepada Allah
Berkata ahlul ilmi takwa merupakan pokok kebaikan dan inti dari segala perkara. Seluruh seruan kepada pintu kebaikan maupun larangan kepada kejelekan terkumpul dlm kalimat takwa ini.
Takwa ini pula merupakan wasiat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada orang2 terdahulu maupun yg belakangan sebagaimana dlm firman-Nya:
“Sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang2 yg diberikan Al Kitab sebelummu dan juga kepada kalian agar bertakwa kepada Allah.”
Kita diperintah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala utk berbekal dengan sebagaimana firman-Nya:
“Berbekallah kalian mk sesungguh sebaik-baik bekal adl takwa.”
Oleh krn itu terkumpul dlm takwa ini kebaikan dunia dan akhirat.
Wasiat utk Mendengar dan Taat
Yang dimaksud dgn mendengar dan taat oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di sini adl kepada para pemimpin kaum muslimin krn taat kepada mereka akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dimana dgn mentaati mereka akan baiklah kehidupan orang2 yg dipimpin dan menjadi amanlah negeri di samping juga dapat membantu menegakkan agama mereka.
Hal ini merupakan kewajiban agama krn Allah telah berfirman:
“Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasulullah dan kepada pemimpin di antara kalian.”
Kewajiban mendengar dan taat ini tetap berlaku bahkan ketika yg menjadi pemimpin itu seorang budak sekalipun. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berpesan: “Tetaplah kalian mendengar dan taat sekalipun yg memimpin kalian itu seorang budak Habasyah yg rambut seperti kismis.”
Al Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah menyatakan bahwa sebagian ulama berkata: “Seorang budak tdk bisa menjadi pemimpin akan tetapi penyebutan pemimpin dari kalangan budak dlm hadits ini hanyalah sekedar permisalan walaupun tdk mungkin terjadi sama hal dgn sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Siapa yg membangun masjid utk Allah walaupun besar hanya seperti sarang burung mk Allah akan membangunkan untuk sebuah rumah di surga.” Dan telah diketahui bahwa ukuran sarang burung tdk mungkin dapat digunakan oleh manusia sebagai masjid akan tetapi di sini hanya didatangkan sebagai permisalan.”
Dimungkinkan pula di sini Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ingin mengabarkan rusak perkara apabila diserahkan urusan kepada selain ahli sampai akhir kepemimpinan diserahkan kepada seorang budak . Sehingga andaikan permisalan yg disebutkan itu terjadi tetaplah kalian mendengar dan taat terpaksa menempuh kemudharatan yg lbh ringan di antara dua kemudharatan yg ada dgn bersabar atas kepemimpinan seseorang yg sebenar tdk boleh menjadi pemimpin. Yang mana apabila membangkang kepada akan mengantarkan kepada fitnah yg besar.”
Tentu ketaatan kepada pemimpin itu sebatas dlm perkara yg ma‘ruf tanpa melanggar hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala krn Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ketaatan itu hanyalah dlm perkara kebaikan.”
Wasiat utk Berpegang Teguh dgn Sunnah
Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan: “Siapa di antara kalian yg masih hidup sepeninggalku niscaya dia akan melihat perselisihan yg banyak. Karena itu wajib atas kalian utk berpegang dgn sunnahku dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yg mendapatkan petunjuk. Gigit/pegang erat-erat sunnah itu dgn gigi geraham kalian.”
Ini merupakan salah satu tanda di antara tanda-tanda kenabian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di mana beliau mengabarkan kepada para sahabat tentang perkara yg akan datang sepeninggal yakni akan terjadi perselisihan yg banyak di kalangan umat beliau. Hal ini sesuai dgn pengabaran beliau bahwasa umat ini akan berpecah belah menjadi 70 lbh golongan semua masuk neraka kecuali satu yg selamat yaitu mereka yg berpegang dgn apa yg dipegangi oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Karena itulah sebagai bahtera penyelamat dari gelombang perselisihan dan perpecahan ini adl berpegang teguh dgn sunnah beliau dan para Al Khulafa’ Ar Rasyidin. Saking kuat keharusan berpegang tersebut hingga diibaratkan seperti menggigit dgn geraham . Ditambahkan oleh Syaikhul Islam bahwa dikhususkan penyebutan geraham dlm hadits ini krn gigitan gigi geraham ini sangat kokoh.
Kata Al Imam As Sindi: “Hal ini menunjukkan keharusan utk bersabar terhadap kepayahan yg menimpa di jalan Allah sebagaimana yg harus dihadapi orang yg sakit terhadap derita yg menimpa dari sakitnya.” .
Adapun sunnah yg dimaksudkan dlm sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini adl jalan hidup beliau yg lurus dan jelas.
Selain mengikuti Sunnah beliau diperintahkan pula setelah utk memegangi sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dan mereka yg dimaksud di sini adl Abu Bakar Umar Utsman dan Ali radliyallahu ‘anhum kata Ibnu Daqiqil `Ied. Para khalifah ini disifatkan dgn krn mereka mengetahui mengenali kebenaran dan memutuskan dengannya. Mereka adl krn Allah telah memberi petunjuk mereka kepada kebenaran dan tdk menyesatkan mereka dari kebenaran tersebut.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggandengkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dgn Sunnah beliau krn para khalifah ini tatkala menetapkan sunnah bisa jadi mengikuti Sunnah Nabi itu sendiri dan bisa pula mereka mengikuti apa yg mereka pahami dari Sunnah Nabi secara global dan rinci yg mana perkara tersebut tersembunyi bagi yg lainnya.
Al Imam Asy Syaukani dlm Al Fathur Rabbani mengatakan: “Sunnah adl jalan yg ditempuh sehingga seakan-akan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Tempuhlah jalanku dan jalan Al Khulafa’ Ar Rasyidin’. Jalan Al Khulafa’ Ar Rasyidin di sini sama dgn jalan Rasulullah krn mereka merupakan orang yg paling bersemangat dlm berpegang dgn Sunnah beliau dan mengamalkan dlm segala perkara. Bagaimana pun keadaan mereka sangatlah berhati-hati dan menjaga diri agar tdk sampai jatuh ke dlm perkara yg menyelisihi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sekalipun dlm perkara yg terbilang kecil terlebih lagi dlm perkara yg besar.”
Beliau kemudian melanjutkan: “Minimal dari faidah hadits ini adl ra`yu yg bersumber dari mereka adl lbh utama dari pendapat orang selain mereka sekalipun ternyata setelah ditinjau kembali hal itu merupakan Sunnah Rasulullah dan juga lbh baik daripada tdk ada dalil.”
Wasiat utk Berhati-hati
dari Bid‘ah
Ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:“Hati-hati kalian dari perkara-perkara baru” merupakan peringatan kepada umat beliau dari perkara baru yg diada-adakan lalu disandarkan kepada agama sementara perkara tersebut tdk ada asal sama sekali di dlm syariat ini. Dan beliau tekankan lagi peringatan beliau ini dgn sabdanya: “ krn tiap bid`ah itu sesat”.
Adapun ucapan para ulama yg menganggap baik sebagian bid‘ah mk kembali hal tersebut kepada pengertian bid‘ah secara bahasa bukan bid‘ah menurut syariat. Seperti perkataan Umar radliallahu anhu ketika melihat kaum muslimin shalat tarawih berjamaah dipimpin seorang imam ia berucap: “Sebaik-baik bid‘ah adl perbuatan ini.”
Shalat tarawih berjamaah ini bukanlah bid‘ah dlm pengertian syar‘i krn perbuatan ini telah ada asal dlm syariat di mana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah melakukan bersama para sahabat selama beberapa malam dari malam-malam Ramadhan. Adapun Umar hanya menghidupkan kembali setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tdk melanjutkan pelaksanaan krn khawatir perkara tersebut akan diwajibkan kepada umat beliau sementara mungkin ada di antara mereka yg tdk mampu melaksanakannya.
Wallahu ta‘ala a‘lam bish shawaab
Sumber: www.asysyariah.com
Syariah Hadits 05 - Juli - 2003 07:46:12
Al Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat yg mulia Al ‘Irbadh bin Sariyah radliallahu anhu bahwa ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menasihatkan kepada kami dgn satu nasihat yg menggetarkan hati-hati kami dan air mata pun berlinang karenanya. mk ketika itu kami mengatakan: “Duhai Rasulullah nasihat ini seperti nasihat orang yg mau mengucapkan selamat tinggal krn itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun bersabda:
u wasiatkan kepada kalian bertakwa kepada Allah utk mendengar dan taat walaupun yg memerintah kalian itu seorang budak. Dan barangsiapa di antara kalian yg masih hidup sepeninggalku niscaya dia akan melihat perselisihan yg banyak. Karena itu wajib atas kalian utk berpegang dgn sunnahku dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yg mendapatkan petunjuk. Pegang erat-erat sunnah itu dgn gigi geraham kalian. Dan hati-hati kalian dari perkara-perkara baru krn tiap perkara baru itu sesat.”
Penjelasan Hadits
Al Hafidz Abu Nu‘aim berkata: “Hadits ini jayyid termasuk hadits yg shahih dari periwayatan orang2 Syam.” Beliau juga mengatakan: “Al Bukhari dan Muslim meninggalkan hadits ini bukan krn mengingkarinya.”
Al Hakim menyatakan Al Bukhari dan Muslim meninggalkan penyebutan hadits ini disebabkan anggapan yg keliru dari kedua bahwa tdk ada seorang rawi pun yg meriwayatkan dari Khalid bin Ma‘dan kecuali Ats Tsaur bin Yazid padahal sebenar ada perawi lain yg meriwayatkan dari Khalid seperti Buhair bin Sa‘ad Muhammad bin Ibrahim At Taimi dan selain keduanya.
Namun pernyataan Al Hakim ini dijawab oleh Al Hafidz Ibnu Rajab: “Sebenar hal ini tidaklah seperti persangkaan Al Hakim. Adapun Al Bukhari dan Muslim tdk mengambil hadits ini krn hadits ini tdk memenuhi syarat mereka berdua di dlm kitab shahih di mana Al Bukhari dan Muslim sama sekali tdk mengeluarkan dlm shahih riwayat dari Abdurrrahman bin Amr As Sulami dan dari Hujr Al Kala`i. Dan juga dua orang rawi yg disebut ini tidaklah terkenal dlm keilmuan dan periwayatan hadits.”
Adapun Abdurrahman As Sulami salah seorang perawi dlm hadits ini mk ia masturul hal walaupun telah meriwayatkan dari jama‘ah namun tdk ada seorang alim yg mu‘tabar yg men-tsiqah-kan . Ibnul Qaththan Al Fasi mendha’ifkan hadits ini krn hal tersebut.
Demikian pula dgn Hujr bin Hujr Al Kala‘i tdk ada yg meriwayatkan dari kecuali Khalid bin Ma‘dan dan tdk ada seorang alim yg mu‘tabar yg men-tsiqah- kan sehingga ia dinyatakan majhulul ‘ain . Berkata Ibnul Qaththan: “Orang ini tdk dikenal.” Namun sebagaimana kata Al Imam Al Hakim di atas hadits ini diriwayatkan juga dari selain mereka berdua dan disebutkan jalan-jalan yg saling menguatkan satu dgn lain oleh Al-Hafidz Ibnu Rajab dlm kitab Jami’ul ‘Ulum mk hadits ini hasan. Penghasanan hadits ini dinyatakan oleh Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al Wadi‘i rahimahullah walaupun ada sebagian ulama yg menshahihkan sehingga mereka bersepakat bahwa hadits ini bisa dijadikan sebagai hujjah kecuali Ibnul Qaththan Al Fasi yg mendha’ifkan hadits ini.
.
Kandungan Hadits
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya :
“Berilah nasihat kepada mereka dan katakanlah kepada mereka ucapan yg bisa dipahami mengena dan menancap di jiwa-jiwa mereka.”
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memiliki sifat selalu memberikan bimbingan kepada jalan yg lurus terhadap siapa saja dari kalangan umat sehingga ketika para sahabat meminta agar beliau memberikan nasihat mk beliau pun memenuhi diiringi dgn hikmah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan nasihat senantiasa memilih kata-kata yg tepat lafadz yg indah mengena di hati dan menancap dgn dalam. Beliau tdk menyampaikan nasihat dgn kalimat yg panjang lagi bertele-tele namun cukup dgn kalimat yg ringkas namun mencakup dan dimengerti. Karena itulah beliau dikenal oleh para sahabat sebagai orang yg memiliki jawami`ul kalim . Sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Aku diutus dgn jawami‘ul kalim.”
‘Ammar bin Yasir radliallahu anhu pernah menyampaikan khutbah dgn ringkas dan dipenuhi dgn kata-kata yg tepat ibarat yg indah dan menancap di hati. Seusai khutbah ada seseorang yg menegurnya. mk ‘Ammar pun menanggapi dgn jawaban yg tepat: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguh panjang shalat seseorang dan ringkas khutbah merupakan tanda kefaqihannya. Karena itu panjangkanlah shalat dan ringkaskanlah khutbah. Sesungguh di antara penyampaian dan ucapan ada yg membuat orang tersihir.”
Nasihat yg disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika itu sangatlah menancap di hati para sahabat hingga hati mereka bergetar dan air mata mereka pun berlinang karenanya. Inilah sifat kaum mukminin tatkala mendengar nasihat dari Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman-Nya:
“Hanyalah yg dikatakan orang2 beriman itu adl mereka yg ketika disebut nama Allah bergetar hati-hati mereka.”
“Dan apabila mereka mendengar apa yg diturunkan kepada Rasul engkau akan melihat mereka berlinangan air mata krn apa yg mereka ketahui dari kebenaran.”
Demikianlah nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yg seolah-olah beliau akan pergi meninggalkan mereka dgn memberikan nasihat perpisahan. Sebagaimana yg telah diketahui orang yg akan pergi jauh tdk akan meninggalkan sesuatu yg penting kecuali disampaikan dan dipesankannya.
Setelah mendengar nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam para sahabat pun khawatir mereka tdk akan bertemu lagi dgn Rasulullah setelah sehingga utk menyempurnakan nasihat yg ada mereka meminta wasiat beliau seraya berkata: “Wahai Rasulullah seakan-akan ini nasihat orang yg akan berpisah krn itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun memberikan wasiat di antaranya:
Wasiat utk Takwa kepada Allah
Berkata ahlul ilmi takwa merupakan pokok kebaikan dan inti dari segala perkara. Seluruh seruan kepada pintu kebaikan maupun larangan kepada kejelekan terkumpul dlm kalimat takwa ini.
Takwa ini pula merupakan wasiat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada orang2 terdahulu maupun yg belakangan sebagaimana dlm firman-Nya:
“Sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang2 yg diberikan Al Kitab sebelummu dan juga kepada kalian agar bertakwa kepada Allah.”
Kita diperintah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala utk berbekal dengan sebagaimana firman-Nya:
“Berbekallah kalian mk sesungguh sebaik-baik bekal adl takwa.”
Oleh krn itu terkumpul dlm takwa ini kebaikan dunia dan akhirat.
Wasiat utk Mendengar dan Taat
Yang dimaksud dgn mendengar dan taat oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di sini adl kepada para pemimpin kaum muslimin krn taat kepada mereka akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dimana dgn mentaati mereka akan baiklah kehidupan orang2 yg dipimpin dan menjadi amanlah negeri di samping juga dapat membantu menegakkan agama mereka.
Hal ini merupakan kewajiban agama krn Allah telah berfirman:
“Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasulullah dan kepada pemimpin di antara kalian.”
Kewajiban mendengar dan taat ini tetap berlaku bahkan ketika yg menjadi pemimpin itu seorang budak sekalipun. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berpesan: “Tetaplah kalian mendengar dan taat sekalipun yg memimpin kalian itu seorang budak Habasyah yg rambut seperti kismis.”
Al Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah menyatakan bahwa sebagian ulama berkata: “Seorang budak tdk bisa menjadi pemimpin akan tetapi penyebutan pemimpin dari kalangan budak dlm hadits ini hanyalah sekedar permisalan walaupun tdk mungkin terjadi sama hal dgn sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Siapa yg membangun masjid utk Allah walaupun besar hanya seperti sarang burung mk Allah akan membangunkan untuk sebuah rumah di surga.” Dan telah diketahui bahwa ukuran sarang burung tdk mungkin dapat digunakan oleh manusia sebagai masjid akan tetapi di sini hanya didatangkan sebagai permisalan.”
Dimungkinkan pula di sini Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ingin mengabarkan rusak perkara apabila diserahkan urusan kepada selain ahli sampai akhir kepemimpinan diserahkan kepada seorang budak . Sehingga andaikan permisalan yg disebutkan itu terjadi tetaplah kalian mendengar dan taat terpaksa menempuh kemudharatan yg lbh ringan di antara dua kemudharatan yg ada dgn bersabar atas kepemimpinan seseorang yg sebenar tdk boleh menjadi pemimpin. Yang mana apabila membangkang kepada akan mengantarkan kepada fitnah yg besar.”
Tentu ketaatan kepada pemimpin itu sebatas dlm perkara yg ma‘ruf tanpa melanggar hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala krn Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ketaatan itu hanyalah dlm perkara kebaikan.”
Wasiat utk Berpegang Teguh dgn Sunnah
Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan: “Siapa di antara kalian yg masih hidup sepeninggalku niscaya dia akan melihat perselisihan yg banyak. Karena itu wajib atas kalian utk berpegang dgn sunnahku dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yg mendapatkan petunjuk. Gigit/pegang erat-erat sunnah itu dgn gigi geraham kalian.”
Ini merupakan salah satu tanda di antara tanda-tanda kenabian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di mana beliau mengabarkan kepada para sahabat tentang perkara yg akan datang sepeninggal yakni akan terjadi perselisihan yg banyak di kalangan umat beliau. Hal ini sesuai dgn pengabaran beliau bahwasa umat ini akan berpecah belah menjadi 70 lbh golongan semua masuk neraka kecuali satu yg selamat yaitu mereka yg berpegang dgn apa yg dipegangi oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Karena itulah sebagai bahtera penyelamat dari gelombang perselisihan dan perpecahan ini adl berpegang teguh dgn sunnah beliau dan para Al Khulafa’ Ar Rasyidin. Saking kuat keharusan berpegang tersebut hingga diibaratkan seperti menggigit dgn geraham . Ditambahkan oleh Syaikhul Islam bahwa dikhususkan penyebutan geraham dlm hadits ini krn gigitan gigi geraham ini sangat kokoh.
Kata Al Imam As Sindi: “Hal ini menunjukkan keharusan utk bersabar terhadap kepayahan yg menimpa di jalan Allah sebagaimana yg harus dihadapi orang yg sakit terhadap derita yg menimpa dari sakitnya.” .
Adapun sunnah yg dimaksudkan dlm sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini adl jalan hidup beliau yg lurus dan jelas.
Selain mengikuti Sunnah beliau diperintahkan pula setelah utk memegangi sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dan mereka yg dimaksud di sini adl Abu Bakar Umar Utsman dan Ali radliyallahu ‘anhum kata Ibnu Daqiqil `Ied. Para khalifah ini disifatkan dgn krn mereka mengetahui mengenali kebenaran dan memutuskan dengannya. Mereka adl krn Allah telah memberi petunjuk mereka kepada kebenaran dan tdk menyesatkan mereka dari kebenaran tersebut.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggandengkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dgn Sunnah beliau krn para khalifah ini tatkala menetapkan sunnah bisa jadi mengikuti Sunnah Nabi itu sendiri dan bisa pula mereka mengikuti apa yg mereka pahami dari Sunnah Nabi secara global dan rinci yg mana perkara tersebut tersembunyi bagi yg lainnya.
Al Imam Asy Syaukani dlm Al Fathur Rabbani mengatakan: “Sunnah adl jalan yg ditempuh sehingga seakan-akan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Tempuhlah jalanku dan jalan Al Khulafa’ Ar Rasyidin’. Jalan Al Khulafa’ Ar Rasyidin di sini sama dgn jalan Rasulullah krn mereka merupakan orang yg paling bersemangat dlm berpegang dgn Sunnah beliau dan mengamalkan dlm segala perkara. Bagaimana pun keadaan mereka sangatlah berhati-hati dan menjaga diri agar tdk sampai jatuh ke dlm perkara yg menyelisihi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sekalipun dlm perkara yg terbilang kecil terlebih lagi dlm perkara yg besar.”
Beliau kemudian melanjutkan: “Minimal dari faidah hadits ini adl ra`yu yg bersumber dari mereka adl lbh utama dari pendapat orang selain mereka sekalipun ternyata setelah ditinjau kembali hal itu merupakan Sunnah Rasulullah dan juga lbh baik daripada tdk ada dalil.”
Wasiat utk Berhati-hati
dari Bid‘ah
Ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:“Hati-hati kalian dari perkara-perkara baru” merupakan peringatan kepada umat beliau dari perkara baru yg diada-adakan lalu disandarkan kepada agama sementara perkara tersebut tdk ada asal sama sekali di dlm syariat ini. Dan beliau tekankan lagi peringatan beliau ini dgn sabdanya: “ krn tiap bid`ah itu sesat”.
Adapun ucapan para ulama yg menganggap baik sebagian bid‘ah mk kembali hal tersebut kepada pengertian bid‘ah secara bahasa bukan bid‘ah menurut syariat. Seperti perkataan Umar radliallahu anhu ketika melihat kaum muslimin shalat tarawih berjamaah dipimpin seorang imam ia berucap: “Sebaik-baik bid‘ah adl perbuatan ini.”
Shalat tarawih berjamaah ini bukanlah bid‘ah dlm pengertian syar‘i krn perbuatan ini telah ada asal dlm syariat di mana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah melakukan bersama para sahabat selama beberapa malam dari malam-malam Ramadhan. Adapun Umar hanya menghidupkan kembali setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tdk melanjutkan pelaksanaan krn khawatir perkara tersebut akan diwajibkan kepada umat beliau sementara mungkin ada di antara mereka yg tdk mampu melaksanakannya.
Wallahu ta‘ala a‘lam bish shawaab
Sumber: www.asysyariah.com
Langganan:
Postingan (Atom)