Otoritas Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan
Anwar Nasution, GURU BESAR FAKULTAS EKONOMI UI
SUMBER : KOMPAS, 8 Maret 2012
Setelah lama ditunggu dan dua tahun tertunda, akhirnya Undang-Undang tentang Otoritas Jasa Keuangan disetujui oleh DPR. Kini, pemerintah tengah memilih komisionernya dan setelah itu diharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mulai beroperasi. Menurut Ayat (2) Pasal 34 UU BI Tahun 2004, OJK seharusnya berdiri selambat-lambatnya 31 Desember 2010. Penyatuan semua lembaga yang mengatur dan mengawasi lembaga keuangan (BI dan Bapepam-LK) diharapkan dapat memberikan perlakuan sama bagi semua jenis industri keuangan dan semua bentuk hukum kepemilikannya (negara, koperasi, serta swasta nasional dan asing). Penyatuan itu sekaligus diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengatasi keterbatasan tenaga profesional serta memudahkan koordinasi antarlembaga yang selama ini berdiri sendiri.
Pendirian OJK bagian dari program IMF, 1997-2003, untuk meningkatkan standar acuan serta mutu pengaturan dan pemeriksaan serta pengawasan lembaga-lembaga keuangan, terutama industri perbankan, di Indonesia. Buruknya mutu pemeriksaan atas lembaga keuangan itu tecermin dari krisis keuangan 1997-1998 yang sangat mahal biayanya bagi perekonomian nasional. Pemeriksaan dan pengawasan lembaga keuangan tersebut tak mampu mendeteksi potensi krisis.
Setelah BLBI, terus terjadi krisis lanjutan, termasuk kasus Bank Bali (1998) dan Bank Century (2008). Keterkaitan kegiatan PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Century Mega Investindo, dan PT Century Super Investindo dengan PT Bank Century yang tak terpantau Bapepam-LK dan BI menggambarkan kurangnya koordinasi dan pertukaran informasi antar-kedua lembaga pengawas. Ketiga perusahaan reksa dana dan sekuritas itu dimiliki pemilik Bank Century dan digunakan untuk merongrong bank ini. Belakangan terungkap, perusahaan itu tak punya surat izin operasi dari Bapepam-LK.
Pengalaman di sejumlah negara, integrasi seluruh lembaga pengatur dan pengawas lembaga keuangan perlu 3-5 tahun. Di Indonesia, integrasi BI dengan Bapepam-LK mungkin bisa lebih cepat karena dilihat dari nilai aktiva dan jumlah kantor cabang. Bank adalah inti industri keuangan Indonesia. Lembaga keuangan non-bank, seperti reksa dana, asuransi, dan dana pensiun, memang tumbuh dengan cepat dari tahap awal yang sangat rendah. Lembaga keuangan non-bank yang tumbuh pesat adalah perusahaan asing, seperti Schroders, Manulife, AIA, dan Allianz.
Pro-Kontra Penyatuan
Penyatuan lembaga-lembaga pemeriksa keuangan dalam satu badan mengandung lima manfaat dan sekaligus potensi permasalahannya. Manfaat pertama, efisiensi karena besarnya skala organisasi lembaga yang disatukan. Kedua, menekan biaya dengan memanfaatkan skala ekonomi. Ketiga, meningkatkan akuntabilitas. Keempat, meniadakan persaingan antarlembaga pemeriksa dan meniadakan duplikasi pekerjaan. Kelima, memudahkan kesamaan perlakuan dalam pengaturan dan pengawasan atas semua industri keuangan.
Di lain pihak ada potensi permasalahan penyatuan lembaga pemeriksa lembaga keuangan dalam satu badan. Pertama, jika tujuan pendirian tak jelas, lembaga yang menyatu ini kurang efektif dibandingkan dengan lembaga supervisi yang terpisah. Kedua, biayanya justru sangat mahal jika organisasi terlalu besar. Di Singapura, pengaturan dan pengawasan seluruh lembaga keuangan di tangan Monetary Authority of Singapore (MAS) yang didirikan 1984. Jumlah personel MAS jauh lebih sedikit dan struktur organisasi jauh lebih sederhana dibandingkan dengan kedua lembaga pengawas Indonesia itu. Padahal, jumlah lembaga keuangan di Singapura jauh lebih banyak dan kegiatan jauh lebih kompleks.
Potensi masalah ketiga, adanya aji mumpung (moral hazard) jika sasaran tak dikomunikasikan dengan jelas. Keempat, proses integrasi dapat memicu politisasi atau masuknya kepentingan tertentu dalam kerangka pengaturan dan pengawasan industri keuangan yang pada hakikatnya bersifat teknis. Politisasi semakin dimungkinkan jika sebagian komisioner OJK berasal dari kalangan anggota DPR yang tak menguasai masalah teknis. Potensi masalah kelima, kemungkinan kehilangan staf inti jika proses integrasi tak dapat dikendalikan dengan baik. Pemeriksa dan pengawas bank dari BI enggan pindah ke OJK karena masalah gaji, perumahan, dan manfaat lain lebih besar di BI daripada di instansi pemerintah lain.
Pola Inggris versus Amerika
Program IMF 1997-2003 mendesain OJK menurut model Financial Services Authority (FSA) yang diintroduksi di Inggris 1997. FSA merupakan lembaga independen yang terpisah dari bank sentral dan departemen keuangan. Setelah berpindahnya fungsi pengawasan dan pemeriksaan bank ke OJK, bank sentral dapat memusatkan perhatiannya pada pengaturan masalah moneter dan ekonomi makro. Bank sentral memeriksa bank hanya berkaitan dengan penggunaan kreditnya oleh bank penerima kredit.
Karena dua alasan, setelah krisis keuangan global 2008, muncul gagasan baru menyatukan pengawasan dan pemeriksaan semua lembaga keuangan di tangan bank sentral. Karena menimbulkan dampak besar, beberapa perusahaan non-keuangan yang merupakan nasabah besar lembaga-lembaga keuangan (seperti General Motors) tak luput dari pengawasan the Federal Reserve, bank sentral AS.
Alasan pertama, ternyata FSA Inggris pun tak dapat mendeteksi kondisi keuangan the Northen Rock, bank penyedia kredit perumahan skala kecil yang menempatkan dananya dalam porsi cukup besar di subprime mortgages yang menjadi masalah di AS. Pemerintah Inggris terpaksa mengambil alih saham bank itu untuk menyelamatkannya. Alasan kedua, dan terpenting, untuk memudahkan penyaluran dana dalam rangka lender of last resort dan quantitative easing guna mengatasi kekeringan likuiditas di pasar uang nasional dan internasional di tengah berlangsungnya krisis.
OJK diharapkan dapat menyiapkan industri perbankan nasional agar mampu jadi pelaku global. Untuk itu, OJK dapat membantu bank-bank negara (termasuk BPD) meningkatkan mutu personel, memodernisasi sistem dan mengubah cara kerja agar dapat menyamai Development Bank of Singapore. Kelompok bank negara tetap inti industri perbankan Indonesia.
Bank-bank swasta yang terafiliasi dengan kelompok konglomerasi usaha juga harus menaati aturan prudensial, termasuk batas minimum pemberian kredit (BMPK) dan posisi devisa neto (PDN), agar jangan memobilisasi dana hanya bagi keperluan pembiayaan modal anak-anak perusahaannya. Pelanggaran atas ketentuan BMPK dan PDN merupakan penyebab krisis 1997. Dari kasus Bank Century, aturan fit and proper test saja belum dapat mencegah kemungkinan masuknya elemen kriminal dalam industri perbankan. Walaupun bukan anggota Dewan Direksi Bank Century, Robert Tantular dapat mengendalikan operasi tersebut tanpa terpantau pengawas on-site dan off-site BI.
Pemeriksaan dan pengawasan bank tak penting selama Orde Baru. Kini, selain perlu memantau perubahan standar dan aturan prudensial yang berlaku secara internasional, OJK pun perlu ikut aktif membuat standar serta aturan itu melalui forum Basel dan G-20 agar sesuai dengan kondisi dan kepentingan nasional. KTT G-20 di Seoul, 11-12 November 2010, menerima Basel-3 sebagai inti kerangka pengaturan baru industri keuangan. Untuk membuat bank lebih kokoh, mampu menyerap kerugian, serta kian kuat menghadapi krisis, Basel-3 meningkatkan keperluan modal bank, memperketat standar pengertian modal, menertibkan transaksi derivatif, serta mengatur lebih ketat likuiditas perbankan dan sumber pembelanjaannya serta cara pemberian bonus ke karyawan bank ataupun cara penanganan bank bermasalah.
Basel-3 meningkatkan keperluan modal dasar bank menjadi 7 persen dari risiko tertimbang (RWA) mulai 2019. Bank yang masuk kategori systematically important financial institutions wajib menambah ekstra modal 1,0-2,5 persen dari RWA. Bank juga wajib menambah modal dalam transaksi derivatif. Sumber dana dan likuiditas perbankan diharapkan kian bergeser dari sumber dana jangka pendek dan kekayaan yang kurang likuid ke sumber dana jangka panjang dan lebih likuid. Penanganan bank bermasalah akan tetap mencari keseimbangan antara upaya melindungi deposan dan mengurangi beban pembayar pajak lewat anggaran negara. ●
Dan ironisme OJK : Gagal Di Negara Maju, Namun Diminati Indonesia
Dalam beberapa bulan terakhir ini, salah satu isu di bidang perbankan yang sering mendapat sorotan publik ialah adalah mengenai transisi atas pembentukan serta pemilihan pimpinan dari “Otoritas Jasa Keuangan” atau sering disebut OJK. Tampak jelas bahwa sekumpulan elite nasional berebut kursi dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagaimana diketahui, OJK adalah sebuah lembaga pengawasan jasa keuangan yang independen dan mengawasi antara lain industri perbankan, pasar modal, reksadana, perusahaan pembiayaan, dana pensiun dan asuransi. Tujuan dibentuknya OJK yaitu untuk mengatasi kompleksitas keuangan global dari ancaman krisis, menghilangkan penyalahgunaan kekuasaan, dan mencari efisiensi di sektor perbankan dan keuangan lainnya.
Namun demikian, perlu dipahami bahwa sesungguhnya pembentukan lembaga sejenis OJK ini sudah banyak dipraktekkan di Negara lain, dan berbagai studi dan riset perbandingan menunjukkan bahwa : pembentukan OJK tidak membawa dampak signifikan terhadap kehidupan perbankan dan keuangan. Mengapa Negara-negara yang telah membentuk OJK justru membubarkannya?
Untuk mengetahuinya, mari kita lihat efektivitas penerapan OJK atau FSA (Financial Supervisory Agency) di beberapa Negara di bawah ini:
Inggris Jepang Australia Korea
- Efektivitas OJK di Inggris sangat kurang, oleh karena Inggris yang menjadi pionir pembentukan lembaga sejenis OJK justru mengalami kegagalan. Sebagaimana diketahui, pembentukan OJK di Inggris dilatarbelakangi oleh kasus jatuhnya beberapa bank, seperti Neal Banker dan Baring Bank sampai dengan penutupan 12 bank lain.
- Tepatnya pada 1 Juni 1998 dibentuklah OJK di Inggris yang dinamakan Financial Supervisory Agency (FSA). FSA ini kemudian mengemban tugas melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap lembaga keuangan, termasuk perbankan.
- Kasus Northern Rock Bank pada September 2008 menjadi bom waktu yang menjadi bukti kegagalan FSA di negara ini. Perlu diketahui bahwa kejatuhan Northern Rock Bank kemudian diikuti intitusi keuangan lain, seperti Bradford Bingley dan Royal Bank of Scotland Lloyds.
(Saat ini FSA telah dibubarkan. Fungsi pengawasan bank akhirnya dikembalikan lagi ke Bank of England.) - Di Jepang, pengalihan fungsi pengawasan kepada The Financial Supervision Agency (FSA) telah dilakukan sejak 22 Juni 1998. Sementara, Bank of Japan (BOJ) hanya menangani kebijakan, perumusan sistem moneter, dan implementasinya.
-Untuk mengetahui kondisi perbankan secara akurat dan cepat, BOJ melakukan on site examination dengan pendekatan risk based supervision terhadap lembaga keuangan dan perbankan di negara itu. Berbagai informasi tentang kondisi keuangan lembaga keuangan yang diperoleh BOJ tersebut sangat bermanfaat bagi BOJ, baik dalam hal menjaga stabilitas payment dan financial settlement system di Jepang maupun dalam hal perumusan kebijakan moneter.
-Hingga saat ini, kinerja FSA di Jepang belum efektif, dibuktikan karena hingga saat ini masih dihantui resiko sistemik yang tinggi, dan penerapan prinsip prudensial yang belum ketat. -Seperti Inggris, Negara ini memiliki Australian Prudential Regulation Authority (APRA) sejak 1 Juli 1998.
-Tahun 2001, tiga tahun setelah APRA berdiri, konglomerat asuransi terbesar kedua di Australia (yaitu grup HIH) bangkrut karena mismanajemen keuangan.
- APRA kemudian mengakui kegagalannya dalam mendeteksi dan mencegah kebangkrutan tersebut tidak lepas dari minimnya waktu untuk menuntaskan transfer di atas, termasuk penyempurnaan sistem pengawasannya. -Di Korea, Financial Supervisory Service (FSS) dipimpin oleh seorang Gubernur, yang juga merangkap Gubernur Komisi Jasa Keuangan bertanggung jawab kepada pemerintah.
-Tatanan seperti ini ternyata banyak menimbulkan banyak persoalan independensi dan kerancuan koordinasi dengan otoritas moneter.
Melihat dari beberapa kenyataan yang terjadi di berbagai negara di atas, dapat disimpulkan bahwa pembentukan lembaga sejenis OJK tidak sepenuhnya efektif, malahan selalu bermasalah dalam hal independensi dan koordinasi selama tidak ada Good Corporate Governance dalam dunia keuangan dan perbankan. Terdapat empat komponen utama yang diperlukan dalam konsep Good Corporate Governance, yaitu fairness, transparency, accountability, dan responsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas dan juga dapat menjadi penghambat aktivitas rekayasa kinerja yang mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan nilai fundamental perusahaan. Dari berbagai hasil penelitian lembaga independen menunjukkan bahwa pelaksanan Corporate Governance di Indonesia masih sangat rendah.
Melihat dari berbagai konflik yang mungkin akan timbul nantinya, melihat kenyataan kondisi politik dan ekonomi di Indonesia, serta setelah melihat bahwa dibeberapa negara lain penerapan OJK/FSA kurang efektif, maka ada baiknya jika pembentukan OJK dikaji ulang, karena menurut saya : “fungsi pengawasan itu bukan terletak dari dibentuknya lembaga baru atau tidak. Tapi dari ada atau tidaknya penerapan good corporate governance.”
Meskipun ada OJK, ketika elit politik masih rakus, maka kejadian Century masih dapat berulang..
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/04/18/ironisme-ojk-gagal-di-negara-maju-namun-diminati-indonesia/
http://budisansblog.blogspot.com/2012/03/otoritas-jasa-keuangan.html
Kamis, 26 Juli 2012
Kekuatan Cinta Persaudaraan karena Allah
Suatu saat buah akan jatuh dari pohonnya lalu akan dibawa pergi oleh pemiliknya ketempat yang lebih bermanfaat dan yang lebih beaik,entah memebri manfaat dengan memberi kenikmatan dan manisnya buah itu pada manusia ketika memakannya,atau dengan cara yang lainnya.
Kepengurusan SEF periode 2011-2012 sudah sampai penghujung waktunya,bukankah ada hitam ada putih,ada besar ada kecil,ada gelap ada terang,ada senang ada sedih,begitu juga ada pertemuan dan perpisahan,semoga pertemuan kita serta perpisahan kita semua dilandasi dengan cintaNya Allah(Aamiin),Maha Besar Allah yang menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan.
Kakanda Muhamad Rizki Rizaldy(Ketua Sef 2011-2012) sang motivator,sang orator,sang Provoke yang tak letih memikirkan masa depan saya dan saudaraku yang lainnya,sudah begitu sering kalimat-kalimat indah nan menyentuh hari keluar dari lidahnya yang Allah berikan kelebihan.”kaka-kaka disini hidup untuk kalian,kaka ingin sekali melihat kalian tumbuh menjadi orang uang luar biasa,dan kami TAKKAN RELA bila kalian tidak menjadi apa-apa dihari kemudaian nanti”.Begitulah sedikit kata-katanya walau tidak persis apa yang ia katakan.Sudah banyak motivasi beliau kepada kami.Tapi ada pertanyaan yang saya ingin tanyakan pada beliau namun telah beliau jawab ketika rapat tanggal 24 Mei 2012,saya ingin bertanya”Kak,kok mau dan kuat sih baca buku setebal itu?”,Belum sempat aku bertanya.Tanggal 24 Mei 2012 pertanyaanku terjawab dalam seling-seling tangisan dan isak-isak tangisku terharu mendengar kesaksian dan rahasia-rahasia selama ini,kurang lebih beliau berkata seperti ini.”Kalian tau kenapa saya kok mau baca buku tebal-tebal bahkan kadang orang sampai bingung melihatnya? Karena saya mempunyai tujuan,yaitu saya ingin berbagi ilmu dengan kalian,saya ingin kalian ikut paham,saya ingin bermanfaat untuk kalian,dan inilah tanggung jawab saya sebagai ketua”. Kurang lebih seperti demikianlah saya mendengarkannya,semoga Allah memberikan tempat idaman yaitu SurgaNya Allah dan Mengizinkan beliau piknik di telaganya Rasulullah.(Aamiin)
Kakanda Mufid Suryani (Kepala Divisi Sumber Daya Manusia SEF) sang motivator,pengusaha,asyik,gaul,santun,nan sholeh melekat pada sosok kakaku yang bernama mufid,Sudah jangan bertanya lagi apa kesibukannya,Saya kaget begitu banyak aktivitas-aktivitas beliau selain kuliah dan di SEF,kok bisa ya beliau ini?Beliau selalu memotivasi saya untk menjadi pengusaha dan hidup mandiri,memang jadi pengusaha itu hal yang begitu mengasikan,disamping memperoleh keuntungan dan dapat berkembang cepat,dapat juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.Pernah suatu peristiwa terjadi ketika saya dan saudara saya Kamal berkunjung kekostan beliau,ketika sedang melihat spanduk roti gorang dan wedang jahe yang ia baru pasang untuk memulai usahanya datanglah seseorang yang setelah saya ketahui baru tingkat satu tapi sudah bekerja disemacam frenchese kopi di depok,setelah berbincang-bincang ada sebuah kalimat dari dia yang amat terasa menusuk hati sebagai mahasiswa pengangguran seperti saya “Kita sudah besar,Ngapaiin sih lo nyusahin orang tua mulu”,#jlleb kami bertiga(oo,kamal,mufid)langsung jleb deh pokonya,hihihi
Dan kamipun membahasnya setelah ia berlalu,hhiihih malu juga sih ya bang,Mufid Suryani dan bang Aldy sudah seperi saudara kandung,saya melihat mereka berdua “mesra” sekali jika bertemu,rasanya cinta-Nya Allah sudah meresap dalam jiwannya.
Ada sebuah foto yang saya ingin tampilkan, foto ini begitu membuat saya terharu,begitu dekatnya,begitu manisnya,begitu luar biasa 2 insan pemuda yang berjuang di jalan Allah ini :
Lihat dengan jelas,pelukan hangan layaknya dua saudra yang sudah lama tidak bertemu,begitu so switnya bukan..
I LOVE THEM COZ ALLAH!!
Kepengurusan SEF periode 2011-2012 sudah sampai penghujung waktunya,bukankah ada hitam ada putih,ada besar ada kecil,ada gelap ada terang,ada senang ada sedih,begitu juga ada pertemuan dan perpisahan,semoga pertemuan kita serta perpisahan kita semua dilandasi dengan cintaNya Allah(Aamiin),Maha Besar Allah yang menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan.
Kakanda Muhamad Rizki Rizaldy(Ketua Sef 2011-2012) sang motivator,sang orator,sang Provoke yang tak letih memikirkan masa depan saya dan saudaraku yang lainnya,sudah begitu sering kalimat-kalimat indah nan menyentuh hari keluar dari lidahnya yang Allah berikan kelebihan.”kaka-kaka disini hidup untuk kalian,kaka ingin sekali melihat kalian tumbuh menjadi orang uang luar biasa,dan kami TAKKAN RELA bila kalian tidak menjadi apa-apa dihari kemudaian nanti”.Begitulah sedikit kata-katanya walau tidak persis apa yang ia katakan.Sudah banyak motivasi beliau kepada kami.Tapi ada pertanyaan yang saya ingin tanyakan pada beliau namun telah beliau jawab ketika rapat tanggal 24 Mei 2012,saya ingin bertanya”Kak,kok mau dan kuat sih baca buku setebal itu?”,Belum sempat aku bertanya.Tanggal 24 Mei 2012 pertanyaanku terjawab dalam seling-seling tangisan dan isak-isak tangisku terharu mendengar kesaksian dan rahasia-rahasia selama ini,kurang lebih beliau berkata seperti ini.”Kalian tau kenapa saya kok mau baca buku tebal-tebal bahkan kadang orang sampai bingung melihatnya? Karena saya mempunyai tujuan,yaitu saya ingin berbagi ilmu dengan kalian,saya ingin kalian ikut paham,saya ingin bermanfaat untuk kalian,dan inilah tanggung jawab saya sebagai ketua”. Kurang lebih seperti demikianlah saya mendengarkannya,semoga Allah memberikan tempat idaman yaitu SurgaNya Allah dan Mengizinkan beliau piknik di telaganya Rasulullah.(Aamiin)
Kakanda Mufid Suryani (Kepala Divisi Sumber Daya Manusia SEF) sang motivator,pengusaha,asyik,gaul,santun,nan sholeh melekat pada sosok kakaku yang bernama mufid,Sudah jangan bertanya lagi apa kesibukannya,Saya kaget begitu banyak aktivitas-aktivitas beliau selain kuliah dan di SEF,kok bisa ya beliau ini?Beliau selalu memotivasi saya untk menjadi pengusaha dan hidup mandiri,memang jadi pengusaha itu hal yang begitu mengasikan,disamping memperoleh keuntungan dan dapat berkembang cepat,dapat juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.Pernah suatu peristiwa terjadi ketika saya dan saudara saya Kamal berkunjung kekostan beliau,ketika sedang melihat spanduk roti gorang dan wedang jahe yang ia baru pasang untuk memulai usahanya datanglah seseorang yang setelah saya ketahui baru tingkat satu tapi sudah bekerja disemacam frenchese kopi di depok,setelah berbincang-bincang ada sebuah kalimat dari dia yang amat terasa menusuk hati sebagai mahasiswa pengangguran seperti saya “Kita sudah besar,Ngapaiin sih lo nyusahin orang tua mulu”,#jlleb kami bertiga(oo,kamal,mufid)langsung jleb deh pokonya,hihihi
Dan kamipun membahasnya setelah ia berlalu,hhiihih malu juga sih ya bang,Mufid Suryani dan bang Aldy sudah seperi saudara kandung,saya melihat mereka berdua “mesra” sekali jika bertemu,rasanya cinta-Nya Allah sudah meresap dalam jiwannya.
Lihat dengan jelas,pelukan hangan layaknya dua saudra yang sudah lama tidak bertemu,begitu so switnya bukan..
“Mufid Rizaldi”
I LOVE THEM COZ ALLAH!!
Minggu, 15 Juli 2012
Resensi Buku Satanic Finance
Kategori : Buku
Jenis : Nonfiksi
Penulis : Dr. Ahmad Riawan Amin
Penerbit : Zaytuna-PT.Ufuk Publishing House
Judul : Satanic Finance (platinum Edition)
Tebal buku : 123 Halaman
Harga buku : Rp 26.000,-
“Selama sistem yang masih sama dipergunakan,problema yang sekarang menghantui peradaban manusia tak akan pernah selesai.”Selalu akan muncul korban-korban baru sebagai tumbal.Pada era baru ekonomi ini ada tiga pilar yang disebut sebagai tiga pilar penting dalam system moneter dunia.Yaitu fiat money, fractional reserve requirement, dan interest.Pengadaan uang begitu cepat dan dahsyat sehingga sector rill akan terus menerus dihimpit oleh sector moneter ini.
Tanpa kita sadari sebelumnya ternyata tiga pilar itu bukan penting dalam membantu petumbuhan dan perkembangan sebuah Negara bahkan dunia.Akan tetapi malah menjerumuskan Negara-negara dalam lubang hitam yang memang para setan telah mengkonsepnya dengan sangat matang.Tahukah bahwa tragedy ekonomi yang terjadi menyapu hampir semua kawasan asia tenggara pertengahan 1997 lalu,Tidak lepas dari campur tangan system setan ini?Tidak ada yang kebetulan,semua telah mereka persiapakan untuk kehancuran itu.
Pembahsan tentang “Three Pilars of Evil” yakni fiat money, fractional reserve requirement, dan interest memnang menjadi indikator penyebab hancurnya ekonomi didunia ini.Bayangkan Fiat Money,Apakah pantas kertas selembar tidak berharga itu bisa menjadi berharga karena ada legallisasi dan kejahilan terorganisir,sehingga kertas itu menjadi mahal?Tidak ! Creating money from nothing.Coba bayangkan sebuah Negara menerbitkan uang kertas dengan nominal 100 dolar.Untuk setiap lembar kertas ini,diperlukan biaya (kertas,investasi mesin cetak dan jasa pembuatan)senilai 10 sen dolar(1 dolar = 100 sen).Bila tiba-tiba oleh suatu penyebab pemerintahan collaps,maka uang yang tadinya bernilai 100 dolar itu,menjadi kerjas yang tidak berarti.Kenapa?Karena orang asing tidak mau menerima uang yang tidak berharga.Coba bandingkan dengan emas/perak.Apa jadinya juga bila uang yang dimiliki 100 juta namun ingin meminjamkan uang sebesar 900 juta?Itulah Fractional Reserve Requitment yang dapat diambil contoh dari sebuah bank.Bayangkan saat ini bank menyimpan deposit nasabahnya sebesar Rp 100.000,- .Melalui prosedur FRR 10 persen,bank bisa menciptakan tambahan uang sebesar Rp 900.000,- yang ia berikan kepada nasabahnya berupa pinjaman satu kredit kepada nasabah-nasabahnya.Proses penambahan uang baru sebesar Rp 900.000.- bisa di jelaskan sebagai berikut : Simpanan pertama atau ssebut saja original deposit besarnya Rp 100.000,-.Kalau ini dianggap sebagai jumlah dari 10 persen FRR,maka 100% dari original deposit adalah Rp.1.000.000,-,Dengan kata lain,ada tambahan uang yang bisa diciptakan bank sebesar Rp1.000.000-Rp100.000 = Rp 900.000,-
Bisa Kalian bayangkan kalau seorang deposan bank bisa mencetak tambahan uang sembilan kainya.Maka bila satu bank mempunyai 100 orang nasabah dengan deposit yang sama bank menciptakan uang tambahan yang beredar sebesar Rp900.000 x 100 = Rp 90 JUTA!!!! Ini baru satu bank,coba bayangkan ada 100 bank, Rp 100.000 x 100 nasabah x 100 bank mencapai Rp 1 Milliar,bank bisa mencetak uang tambahan hingga Rp 9 Miliar !!!!!!
Interest atau yang sering dikenal dengan bunga atau juga Riba yang setiap agama dengan tegas melarang untuk melakukan ini,kenapa? Karena membuat ekonomi semakin kacau.Bisa jadi yang kaya makin kaya yang miskin jadi gila karena tambah miskin.Bunga atau riba nukan hanya menyengsarakan individulal,tapi sebuah negarapun bisa terkena kebringasannya.Contoh besar pemerintahan kita mempunyai utang pada tahun 2006 Rp 1.200 Triliun terdiri atas utang luar negeri dan dalam negeri.Utang luar negeri sebesar Rp 600 T.Ada kewajiban utang yang harus disetor pada bulan desember 2006 ini yakni Rp 91,60 T.itu sama dengan 15,26 persen total hutang luar negeri atau setara dengan 15b persen total pneriman APBN 2006.Pemerintah harus membayar Rp 91,60 T untuk membayar utang luar negeri.Dengan perincian Rp.28,01 untuk pembayaran bunga dan utang pokok sebesar Rp 63.59 T.Dalam persfektif negera apakah carai ini menguntungkan Negara ?Jelas tidah,Negara akan merasa ringkih karena dana belanja Negara tidak bisa optimal untuk membangun seperti apa yang dicita-citakan dahulu,sebaliknya malah terkuras utang pokok dan bunganya.
Atau contoh lain ketika si A meminjam uang kepada B 10.000 dengan Riba 10%.Berarti si A harus mengembalikan sebesar 11.000,Jika terus berjalan mengulur-mengulur pembayan hutang akan semakin membengkak karena riba/bunganya tanpa peduli bagaimana hasil kegiatan si A yang rugi atau untung.
Jadi melalui ketiga pilar setan ini,by design sudah diciptakan bahwa akan selalu ada yang jadi korban,orang-orang gagal membayar hutang,dan uang akan terus bertambah,sementara kemampuan sector rill ada batasnya dan selalu dikesampingkan,maka akan terus memicu ketidakseimbangan.Sektor rill tidak akan lagi mampu berkembang kalau sudah tercapai apa yang disebut para ekonom sebagai full employment,dimana seluruh kapasitas produksi sudah terpakai.
Buku ini sangat menampar orang-orang yang “berpipi tebal” walau hanya sebagian dari mereka yang tersentuh hati nuraninya dan bergegas untuk berubah.
Buku ini sangat inspiratif bagi penulis lain yang berkeinginan menulis mengenai konspirasi,karena serasa berdialog dengan setan langsung dengan bahasa yang ringan serta menggelitik pembaca menjadi menikmati dan paham ketika membacanya.
Buku inipun membuat penegasan bahwa KAPITALIS memang bencana,saatnya Ekonomi Islam berjaya,Wahai El Libertador,Bersiaplah.
Sepertinya akan sangat baik apabila para kalangan pemerintah,ekonom,dosen,mahasiswa yang ingin memperbaiki bangsanya terlebih dahulu paham apa akar dari semua masalah financial ini,beli dan baca buku ini,maka kita akan tahu memang KAPITALIS adalah akar permasalahan ini.
Sepenggal Cerita untuk Raisa
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Makasih ya tong,mpok udeh mampir kemarih..
Ya map ni ya,aye mau cerita tentang seorang wanita yang luar biasa,luar biasa apanya nih?makannya?senyumnya?kerjanya?hatinya?atau……………………. hayo mikir apa sih?
Kalau yang merasa tidak kenal dengan beliau silakhan keluar dari blog ini,tapi yang merasa kenal baca deh,biar ikutan nyusul keluar juga.haha
Tapi oo yakin sih kalian pasti kenal semua dengan kaka yang satu ini,kaka yang senantiasa memenuhi kamera-kamera hanphone kalian,yang selalu hadir dalam status kalian,yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi kalian,yang selalu hadir dalam tujuan kalian,yang terbayang senyuman ikhlasnya yang seringkali membangunkan semangat kita ketika hari dan jiwa ini lelah menitihkan keringat.Jeeeaaa ini orang apa malaikat?hihihi
Siapa dia? Saya pun tidak tahu.
Hadirnya seperti sang siang yang selalu menantikan matahari datang,seperti kumpulan ikan yang menanti makanan,seperti orang-orang rese yang menantikan ceng-cengan.Hadirnya seperti warna biru yang menenangkan hati,seperti warna putih yang menetralkan emosi,seperti warna merah yang penuh semangat,seperti warna hijau yang membawa kesegaran,seperti warna pink yang mencintai kita dengan ikhlas dan professional.Lah cinta bisa gituh o profesional?apasih yang engga buat sef.hahaha
Mungkin saya mengibaratkan beliau sebagai pohon buah yang ketika di timpuk dengan kerikir dia membalasnya dengan buah.dicengin malah seneng,seneng banget walau hati kadang panas,tapi bagaikan kulkas hidupnya anti amarah dengan cengan.Mungkin karena cengan ini yang menguatkan dirinya,membiasakan dirinya untuk kuat bermental baja,berhati mulia,berwajah imut (Imuut?)Mana mut,beliau tidaklah imut,hanya saja mengggemaskan.Imut mah bang tesar (TITIK) yang mau koment di FB!!!PAHAM ga !?
Aku tahu suatu saat beliau sangan merindukan kalimat-kalaimat menjengkelkan berupa ceng-cengan itu,makanaya beliau terlihat begitu menikmatinya.
Menurut siroh aRrisa Icha Icut,dulu memang beliau seperti saya.Saya yang alay menjadi lebih dewasa,saya yang berantakan menjadi agak rapih,ngga agak deh say amah rapih Cuma rambut doing emang yang ga bisa akur rapih,saya yang bandel,menjadi santun,bersyukurlah kita,bersyukurlah kita.
Dia mbak icha,gadis pemalu yang tidak bisa dedefinisikan malunya,gadis baik yang tidak bisa dihitung kebaikannya,gadis lugu yang saya sendiri bingung lugu dimananya.
Beliau mempunyai seorang kakak perempuan,yang pertama kali saya lihat saya Cuma bingung.Kok Mirip??Amat..hihihihi Mba icha sama mba muti adik-kakak yang memang keliatannya lucu yah,oo suka ketawa sendiri dalam hati membayangkan kehidupan mereka dirumah.hihihihi emang beneran mba icha adenya mba muti?oke deh kita percaya,mba icha mah jujur orangnya sob,makanya beliau dipercaya menjadi bendahara SEF.Kerjaannya nagihin uang kas,oo sih sebenarnya bisa aja rutin membayar mba,tapi ngga tau kenapa kok jadi nunggak gitu ya?hihih mba icha sih ga ngingetin.HEH BALA.mba udah ingetin yah de tiap kali pertemuan,Tapi ngga ada yang bayar juga,hmmm mba icha pun sedih,menghapus hatinya yang keluar air hati,mengelapnya dengan handuk kesabarannya.Begitupun oo si rambut bala.
Bendahara itu asik ngga sih mba?Asik yah megang duit mulu?hihihi sudah bisa dong nih belajar megang duit seseorang (maksude?)suami-pent.hahaha semoga kalau memang sudah waktunya ia akan menjemputmu dengan izin Allah untuk menggelar sajadah bersamanu.
Takala,kakaku ini kerap kali dipercaya sebagai seksi konsumsi,awalanya kami khawatir.
Membayangkan 300 kotak snack untuk peserta,eh yang jadi Cuma 290.Trus yang 10 kemana?hmmmmm…. ituh ka,tadi ngga sengaja ketelen keperut mba icha.bang isan,rizki dan shawaf..
What is the meanings kak?
Oo memang selalu dengan kamal kelihatannya,sudah begitu dekat mungkin seperti bang bayu dan bang aldy yang kesans kesini berdua.yaa,kamal memang orang yang luar biasa juga yah mba?oo tidak bisa mengelak kalau wajahnya tidak mempunyai bakat gagal,menyerah,atau berkehidupan yang kurang baik.Bukan hanya wjahnya oo pun tau bagaimana semangat dan kemampuan terpendam dia(SOK TAU BANGET SIH LO O!!?)kamal nyeletuk---…Oo pun percaya dia akan menembus Turki,seperti cita-cita mba icha yang ingin ke Istanbul ,begitupun dengan oo.
Sedikit penjelasan tentang hubungan kami,oo pribadi sangat bersyukur kenal dengan kamal mba,beliau yang mengajak oo ke SEF sejujurnya.Dulu mba tau sendiri oo kaya gimana,RAMBUT BALA,Serem banget kan.hihihi tapi kamal ngajak oo untuk ikut KI dan Oo akhirnya punya ada hati juga sama SEF.
Dulu kenal sef itu cuma bang irull,dan bang ihsan tapi kesini-sini mba icha dan yang lainnya memenuhi kegembiraan kami,kehidupankami,tengs mba.
GUE INGET BANGET………….!!!!!!!!
Kejadian kalimalang 12 November 2011,Seminar An introduction Sharia Economic.
Pas gladirisk gue pan lupa yak beli batree buat mic,akhirnya gue dan kahfi turun kebawah untuk beli batre.sesampainya dibawah ada tukang nasi goring tuh ,Perut udah kaya gembel yang lagi demo,meledak-ledak seperti semangat bang isan..
“Vi,laper nih.”
“Ah kucrut,ane juga laper nih o”
“makan dulu gak ya vi,ada tukang nasi goring tuh?”
“haha makan dulu yu deh o”
Akhirnya kamipun makan dengan tanpa rasa bersalah,padahal kaka-kaka yang diatas sedang kelaparan juga,oo baru sadar ini oo egois beuud..
Ketika sampai diatas,lalu membuka pintu,NGGEEEEEEEKKKKKKK…
Serasa ditimpuki kerikil-kerikil tajam yang berupa kata-kata tegas memarahiku.blablbalbalbalbalbalablabalbala
Aku hanya bisa diam,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,……………………………………….
Begitulah mba icha,geraknya,kata-katanya bermanfaat,tapi lucu juga kaya teletabis warna merah yang namanya PO …hihihih
Banyak cerita tentang wanita luar biasa ini,walaupun aku menerbitkan 1 buku beribu-ribu halaman aku takan sanggup menulisnya.
Biarkan waktu yang menulisnya..
MBA ICHA,SAYA TAHU KAU ORANG YANG AKAN SUKSES DIKALA KESUKSESAN ITU BELUM DATANG (^.^)v
Maaf jikalau hanya sedikit yang bisa saya deklarasikan untuk sedikit berbicara tentang orang yang selalu hadir dalam kamera kita,kadang ngebala juga,tapi ngga ada mba icha sepi juga,bukannya karena ngga ada yang bisa dicengin,tapi beliau telah menjadi sosok berpengaruh layaknya bag aldi,bang upit,tesar,ery,mba nida,mba zifa dan yang lainnya..
Big thanks wahai ekonom Rabbani :D
Langganan:
Postingan (Atom)
